Aplikasi Natas Harga difungsikan untuk memantau harga bahan makanan secara harian oleh tim Dinas Perindagkop. Data yang terkumpul menjadi acuan bagi dapur pelaksana program.

“Sistem alarm otomatis akan memberikan peringatan jika ada dapur yang menetapkan harga melebihi standar. Inovasi ini dirancang untuk mencegah inflasi yang tidak terkendali dan menjaga stabilitas harga,” ujar Bupati Endi.

Sementara itu, Aplikasi MBG digunakan untuk memonitor asal-usul bahan baku pangan, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Jika terlalu banyak bahan baku dibeli dari luar kabupaten atau provinsi, data tersebut menjadi masukan berharga untuk pengambilan kebijakan,” kata Bupati Edistasius.

“Lebih penting lagi, aplikasi ini mendorong petani lokal untuk menyiapkan pangan dan membangun ekosistem pertanian lokal yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Politisi NasDem itu juga menekankan bahwa program MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi solusi komprehensif bagi perekonomian daerah.

“Dengan demikian, program ini menjadi solusi komprehensif yang menguntungkan semua pihak.” ujarnya.