Ia juga menyoroti kemudahan akses menuju lokasi yang dinilai semakin baik.
“Dengan diadakannya secara rutin, kami yang bekerja di hotel juga dapat menginformasikan event ini kepada tamu kami. Untuk tempatnya juga bagus, pemandangannya indah, dan aksesnya sudah sangat baik,” tambahnya.
Melalui WAP Vol. 2, BPOLBF menegaskan bahwa Labuan Bajo tidak hanya mengandalkan pesona Taman Nasional Komodo, tetapi juga kekayaan budaya daratan yang autentik.
Di penghujung acara, seluruh peserta larut dalam tarian bersama (Lulo/Dolo-dolo), menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan di tengah udara sejuk perbukitan.
Ke depan, Parapuar diproyeksikan sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang mampu memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia yang berkarakter—memadukan alam, budaya, dan pengalaman manusia dalam satu ruang.**






Tinggalkan Balasan