Kelompok di Dalong sendiri, lanjut Fatinci, baru melakukan penebaran benih pada 27 Desember 2025, dan ditargetkan akan melaksanakan panen pada Maret 2026 dengan jumlah bibit yang sama.
Fatinci menegaskan bahwa program budidaya lele bioflok ini memberikan dampak strategis bagi sektor ekonomi dan pariwisata Labuan Bajo.
“Program ini juga memperkuat sentra kuliner di Labuan Bajo agar tidak hanya bergantung pada ikan laut, tetapi juga ada ikan budidaya,” jelasnya.
Selain memperkaya suplai bahan pangan, program ini juga membuka peluang lapangan kerja baru serta mendorong tumbuhnya usaha sektor perikanan air tawar di Manggarai Barat.
Tak hanya berdampak ekonomi, Fatinci menilai program ini juga berkontribusi langsung terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Semoga kehadiran program ini dapat meningkatkan gizi masyarakat dan menurunkan jumlah stunting di daerah ini,” tambahnya.
Dengan tersedianya ikan lele sebagai sumber protein hewani yang terjangkau, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses pangan bergizi secara berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan