“Keamanan Labuan Bajo bukan hanya soal angka kriminalitas, tetapi juga menjaga kepercayaan wisatawan dan dunia internasional terhadap daerah ini,” kata Christian Kadang usai memimpin apel.
Menurut dia, aparat keamanan juga diminta memantau potensi dampak situasi global terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama terkait ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan bahan bakar minyak (BBM).
“Situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat. Dampaknya bisa memicu gejolak harga minyak yang berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, ketersediaan bapokting dan BBM harus dipantau agar tidak terjadi panic buying di masyarakat,” ujarnya.
Operasi Ketupat Turangga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Di wilayah Manggarai Barat, sebanyak 40 personel inti disiagakan untuk mengamankan sejumlah titik strategis, antara lain pelabuhan, bandara, pusat keramaian, hingga kawasan wisata di Labuan Bajo.
Selain pengamanan arus lalu lintas selama mudik Lebaran, personel juga diminta meningkatkan patroli rutin, termasuk memantau rumah warga yang ditinggalkan pemudik serta memberikan pelayanan maksimal di pos pengamanan dan pos pelayanan.





Tinggalkan Balasan