Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa jumlah kunjungan ke kawasan The Nusa Dua justru menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tapi jumlah kunjungan kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5%,” ujarnya.
Menurut Fajar, peningkatan jumlah kunjungan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan ke kawasan The Nusa Dua.
Namun demikian, ia mengakui bahwa sebagian besar kunjungan masih didominasi oleh wisatawan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar hotel.
Dikatakannya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ITDC untuk mendorong strategi peningkatan length of stay dan kualitas pengalaman wisata, sehingga kunjungan dapat berdampak lebih optimal terhadap tingkat hunian dan perputaran ekonomi kawasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin, sehingga kinerja kawasan pariwisata The Nusa Dua sepanjang 2025 tetap terjaga positif.





Tinggalkan Balasan