“Kita sekarang ini berada dalam dua kekuatan besar yang saling terkait, yaitu potensi atau kekuatan sektor agraris di satu sisi, kemudian sektor pariwisata pada sisi lain,” ujar Fransiskus.

Menurut dia, dua sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena memiliki hubungan yang saling melengkapi.

“Irisannya sangat kuat dan ini adalah tumpuan dasar kita untuk bisa mengembangkan sektor pangan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Fransiskus yang juga menjabat sebagai Ketua Multi Stakeholder Forum (MSF) Pangan Manggarai Barat menjelaskan bahwa program MBG akan menciptakan permintaan besar terhadap produk pangan lokal.

Ia memaparkan, apabila seluruh sasaran program di Manggarai Barat dapat terlayani, maka perputaran anggaran program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp440 miliar setiap tahun.

“Ada 93.000 sasaran dikalikan dengan 313 hari, dikalikan Rp15.000, kurang lebih sekitar Rp440-an miliar. Ini sebuah kekuatan permintaan yang sangat besar terhadap ekosistem pangan daerah,” jelasnya.