“Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri menjadi periode strategis bagi sektor pariwisata,” ujar Febrina, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan para tenant di kawasan wisata menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan karakter masing-masing destinasi.

“Melalui sinergi bersama para tenant, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang selaras dengan karakter masing-masing kawasan,” ujarnya.

Setiap destinasi, kata dia, memiliki positioning yang berbeda, sehingga wisatawan dapat memilih pengalaman yang sesuai mulai dari kebersamaan di bulan Ramadan, refleksi saat Nyepi, maupun liburan keluarga saat Idulfitri.

Febrina menambahkan, momentum Ramadan, Nyepi, dan Idulfitri tidak hanya berdampak pada tingkat hunian hotel, tetapi juga memicu pergerakan ekonomi di kawasan sekitar destinasi wisata.

“Kami optimistis sinergi bersama para tenant di tiga destinasi ini dapat mendorong peningkatan kunjungan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di sekitar kawasan,” ungkapnya.

Menurut dia, ITDC ingin memastikan setiap wisatawan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan selama periode liburan tersebut.