Ia mengungkapkan bahwa pihak kecamatan tidak tinggal diam. Pemerintah telah melakukan langkah administratif dengan mengirimkan surat permohonan evakuasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan Manggarai Barat.
Langkah ini menandai dorongan resmi agar kendaraan tersebut segera ditangani sebelum menimbulkan konsekuensi fatal.
Ruas Trans Flores yang dilalui wisatawan, warga lokal, hingga kendaraan logistik menjadi jalur strategis yang menuntut keamanan maksimal.
Keberadaan truk molen terbengkalai ini tidak hanya membahayakan, tetapi juga mencoreng estetika Desa Wisata Wae Lolos, salah satu destinasi penunjang pariwisata Manggarai Barat.
Jika dibiarkan lebih lama, risiko kecelakaan, kemacetan, dan dampak negatif terhadap arus ekonomi wisata akan semakin besar.
Selama lima tahun persoalan ini berlangsung tanpa solusi nyata. Kini bola berada di tangan pemerintah daerah untuk memastikan evakuasi dilakukan segera, menetapkan penanggung jawab kendaraan, serta memastikan tidak ada lagi “bangkai kendaraan” yang dibiarkan mencederai citra dan keselamatan jalur vital Trans Flores.**






Tinggalkan Balasan