LABUANBAJOVOICE.COM – Meningkatnya aktivitas dan kompleksitas risiko pariwisata nasional mendorong pemerintah pusat menyiapkan skema perlindungan yang lebih komprehensif.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Mendorong Optimalisasi Penerapan Asuransi Pariwisata di Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Labuan Bajo.
Forum ini menempatkan Labuan Bajo sebagai proyek percontohan penerapan asuransi pariwisata nasional yang ditargetkan berjalan penuh pada 2026.
FGD tersebut dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata dan transportasi, serta perwakilan industri asuransi.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan pariwisata yang terintegrasi, adaptif terhadap risiko, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menegaskan alasan strategis pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi pilot project nasional.






Tinggalkan Balasan