“Kami juga mendorong pemerataan kunjungan ke berbagai destinasi di luar kawasan TNK, yaitu di mainland Labuan Bajo dan sekitarnya,” kata Andy.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai wilayah, sekaligus mengurangi tekanan terhadap destinasi unggulan.
BPOLBF menegaskan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan harus tetap sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Selain itu, kami juga memastikan pengelolaan pariwisata tetap berkelanjutan melalui kolaborasi semua pihak dengan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan wisatawan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas destinasi di tengah tingginya mobilitas selama libur Lebaran.
BPOLBF berharap lonjakan wisatawan pada Lebaran 2026 tidak hanya meningkatkan angka kunjungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat lokal.






Tinggalkan Balasan