Menurutnya, dinamika keimigrasian di wilayah super prioritas seperti Labuan Bajo menuntut tata kelola informasi yang cepat, terverifikasi, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Para jurnalis dari berbagai media mengemukakan pandangan kritis terkait beberapa aspek layanan dan penegakan hukum keimigrasian, termasuk pentingnya transparansi informasi, kebutuhan respons cepat terhadap aduan masyarakat, serta sinkronisasi data antara unit layanan Imigrasi dan media.
Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif, menunjukkan tingginya antusiasme praktisi pers terhadap penguatan kualitas informasi seputar keimigrasian di kawasan yang intens menerima wisatawan mancanegara.
Pada kesempatan sama, Ketua Panitia Penyelenggara, Yoni Basyir, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun ruang komunikasi publik yang lebih sistematis dan transparan.
“Melalui kegiatan ini saya harapkan terwujudnya peningkatan komunikasi strategis dalam penyebaran informasi keimigrasian agar lebih cepat dan akurat. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka serta bentuk transparansi publik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada,” tegasnya.






Tinggalkan Balasan