Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan wisatawan, pekerja, sekaligus menjaga kelestarian komodo sebagai satwa endemik yang dilindungi.

Selain itu, penguatan edukasi kepada pekerja dan pelaku pariwisata juga dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat komodo.

Fenomena kemunculan komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo sendiri bukan hal baru. Para ahli konservasi menilai pergerakan komodo dapat terjadi karena faktor ketersediaan pakan, perubahan lingkungan, hingga pola pergerakan alami satwa tersebut.

Ke depan, pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan di Golo Mori diharapkan tetap mengedepankan prinsip konservasi, sehingga keseimbangan antara pembangunan sektor pariwisata dan pelestarian satwa langka dapat berjalan beriringan.**