Ia menduga kemunculan komodo tersebut berkaitan dengan aktivitas alami satwa liar, seperti mencari makan atau berjemur di area terbuka.
“Pada saat itu tidak ada wisatawan yang lihat keberadaan komodo, hanya ada pegawai di kawasan saja, soalnya masih pagi juga pada saat itu, kemungkinan Komodo nya sedang berjemur dan mencari makan,” jelasnya.
Aji menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, komodo yang berkeliaran hanya satu ekor. Saat dirinya berada di kawasan tersebut pada hari yang sama, hewan tersebut sudah tidak terlihat lagi.
“1 ekor, kamis pagi kemarin infonya. Saya kamis juga di sana, makan siang juga pas ada tamu datang dari kantor, tapi udah ga ada sih,” katanya.
Kemunculan komodo di kawasan pengembangan pariwisata Golo Mori menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem mitigasi interaksi antara manusia dan satwa liar, mengingat wilayah tersebut masih berada dalam habitat alami komodo yang tersebar di sejumlah pulau dan daratan sekitar Manggarai Barat.
Pengelola kawasan ITDC Golo Mori ke depan diproyeksikan terus meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan otoritas konservasi setempat.





Tinggalkan Balasan