Menurutnya, pramuwisata memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan pelestarian budaya lokal.

“Pramuwisata tidak hanya menjelaskan destinasi kepada wisatawan, tetapi juga menjadi penjaga cerita, nilai, dan identitas budaya daerah. Karena itu kami ingin memastikan perkembangan pariwisata Labuan Bajo tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antar anggota HPI serta membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan pariwisata.

“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan di antara para pramuwisata. Dengan kebersamaan yang kuat, kami yakin pariwisata Labuan Bajo bisa terus tumbuh dengan tetap menjaga alam, budaya, dan masyarakat lokal,” pungkasnya.

Acara buka puasa bersama ini turut dihadiri jajaran pengurus HPI Manggarai Barat, Ketua DPD HPI NTT, serta Pengawas DPD HPI NTT Heri Hajo. Dari unsur pemerintah hadir Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat Stefanus Jemsifori.