“Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Kita patut mengapresiasi kesiapsiagaan aparat yang mampu menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan selama Idulfitri bukan hanya soal pengamanan teknis, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi antarumat beragama di Manggarai Barat.
“Ini bukan hanya keberhasilan aparat, tetapi bukti nyata bahwa masyarakat kita memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kerukunan dan saling menghormati,” tegasnya.
Menurut Beni, harmoni sosial tersebut menjadi modal penting dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Sebagai kawasan pariwisata super prioritas, stabilitas keamanan dan kerukunan sosial dinilai memiliki dampak strategis terhadap citra daerah di mata wisatawan.
“Labuan Bajo bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang nilai-nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat. Ini yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan semangat kebersamaan, terutama di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan pasca-Idulfitri.






Tinggalkan Balasan