Menurut Fatinci, program ini juga selaras dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto terkait penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah.

Di level desa, penguatan rantai produksi ikan diharapkan memberi energi baru bagi Koperasi Desa Merah Putih, yang telah terbentuk di berbagai desa nelayan.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan ikan, khususnya tuna, di dapur MBG begitu besar, namun selama ini pasokannya belum stabil.

“Jadi dalam program MBG itu ada menu yang berasal dari protein hewan dalam hal ini ikan. Para nelayan itu dengan ukuran ketinting yang agak lebih besar mereka mampu menangkap ikan tuna,” tegasnya.

Menurutnya, menu MBG selama ini lebih banyak bergantung pada ayam dan telur, sementara ketersediaan ikan tuna sangat terbatas.

“Betul sekali. Jadi kebutuhan protein lebih banyak berasal dari telur dan daging ayam, sedangkan untuk ikan karena ikan tunanya terbatas.” jelasnya.

Fatinci menegaskan bahwa ketergantungan pada suplai ayam dan telur dari luar daerah sangat tinggi, sehingga penguatan produksi ikan lokal adalah solusi paling realistis dan berkelanjutan.