Menurutnya, integrasi destinasi wisata antarprovinsi akan memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) dan meningkatkan nilai ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal di masing-masing daerah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut KR-BNN sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak penguatan konektivitas dan rantai pasok antarwilayah kepulauan.

“Kerja sama ini akan memudahkan arus barang, jasa, dan manusia. NTB siap menjadi simpul penghubung antara Bali dan NTT, khususnya dalam sektor logistik, pariwisata, dan perdagangan,” ungkapnya.

Ia menilai, sinergi tiga provinsi akan menciptakan efisiensi distribusi, menekan biaya logistik, serta membuka peluang investasi baru yang lebih merata di kawasan timur Indonesia.

Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT dirancang dengan lima sektor strategis utama, yakni peningkatan konektivitas antarwilayah, meliputi transportasi udara, laut, dan darat;

Kemudian, pengembangan pariwisata terpadu antarprovinsi; percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT); perdagangan serta ekspor-impor, mencakup sektor pertanian, perikanan, dan peternakan;