LABUANBAJOVOICE.COM – Peristiwa kebakaran rumah warga terjadi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (16/2) sekitar pukul 10.00 WITA.
Insiden tersebut menyebabkan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar serius dan harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kebakaran terjadi di wilayah Mberai, kawasan permukiman kebun kemiri yang berjarak kurang lebih delapan kilometer dari Kampung Nunang.
Lokasi yang relatif terpencil membuat proses evakuasi korban dilakukan secara swadaya oleh warga setempat.
Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon dalam keterangannya kepada media menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh api tungku dapur yang tidak dipadamkan secara sempurna.
“Penyebab kejadian berasal dari api tungku dapur yang lupa dipadamkan. Saat kejadian korban sedang istirahat atau tidur di dalam rumah,” jelas Alfons Arfon, Senin malam.
Dijelaskan Alfons, korban diketahui bernama Anastasia Amun (70), seorang janda yang berdomisili di Nunang RT 001 RW 001, Desa Wae Sano. Saat peristiwa berlangsung, korban berada seorang diri di dalam rumah, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Warga yang mengetahui kebakaran segera berupaya memadamkan api secara manual sekaligus mengevakuasi korban dari lokasi kebun menuju Kampung Nunang.
Selanjutnya, korban dibawa menggunakan mobil angkutan umum menuju Puskesmas Werang untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Setelah mendapat perawatan di Puskesmas Werang, korban dirujuk ke RSUD Komodo guna mendapatkan penanganan intensif lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pendampingan pihak kecamatan dan tenaga medis.
Camat Alfons menambahkan bahwa kartu BPJS milik korban turut hangus terbakar. Namun, pemerintah kecamatan bergerak cepat untuk memastikan proses pelayanan kesehatan tetap berjalan.
“Karena BPJS yang bersangkutan ikut terbakar, maka pihak Kecamatan menjadi jaminan dalam perawatan di RSUD Komodo. Saat ini korban dalam perjalanan menuju RSUD Komodo,” tambahnya.
Selain mengakibatkan korban mengalami luka bakar, kebakaran juga menghanguskan uang tunai sebesar Rp20.000.000, sebanyak 17 karung kemiri, serta bangunan rumah dan peralatan rumah tangga dengan estimasi kerugian sekitar Rp18.000.000.
Total kerugian diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50.000.000.
Peristiwa ini menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan tungku dapur dan sumber api lainnya, khususnya di wilayah pedesaan yang mayoritas masih menggunakan perapian tradisional.
Pemerintah kecamatan bersama warga kini memberikan pendampingan serta dukungan moril dan administratif kepada korban.
Ke depan, pemerintah setempat diharapkan mendorong edukasi mitigasi kebakaran rumah tangga di wilayah terpencil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.**





Tinggalkan Balasan