LABUANBAJOVOICE.COM – Peristiwa kebakaran rumah warga terjadi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin pagi (16/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Kebakaran terjadi di wilayah Mberai, kawasan permukiman perkebunan kemiri yang berjarak kurang lebih 8 kilometer dari Kampung Nunang.

Lokasi yang relatif terpencil membuat proses evakuasi korban dilakukan secara swadaya oleh warga setempat.

Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon dalam keterangannya kepada media menjelaskan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh api tungku dapur yang lupa dipadamkan.

“Penyebab kejadian berasal dari api tungku dapur yang lupa dipadamkan. Saat kejadian korban sedang istirahat atau tidur di dalam rumah,” jelas Alfons Arfon, Senin malam.

Korban diketahui bernama Anastasia Amun (70), seorang janda yang beralamat di Nunang RT 001 RW 001, Desa Wae Sano.

Saat musibah terjadi, korban berada seorang diri di dalam rumah, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban dari lokasi kebun menuju Kampung Nunang.

Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Werang menggunakan mobil angkutan umum untuk mendapatkan penanganan awal atas luka bakar yang dideritanya.

Setelah menjalani perawatan di Puskesmas Werang, korban dirujuk ke RSUD Komodo guna mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif.

Camat Alfons menambahkan bahwa kartu BPJS milik korban ikut terbakar dalam insiden tersebut. Meski demikian, pihak Kecamatan Sano Nggoang mengambil langkah cepat dengan menjamin biaya pengobatan korban di RSUD Komodo.

“Karena BPJS yang bersangkutan ikut terbakar, maka pihak Kecamatan menjadi jaminan dalam perawatan di RSUD Komodo. Saat ini korban dalam perjalanan menuju RSUD Komodo,” tambahnya.

Selain menyebabkan korban mengalami luka bakar, kebakaran tersebut juga menghanguskan uang tunai sebesar Rp20.000.000, sebanyak 17 karung kemiri, serta bangunan rumah dan peralatan rumah tangga yang ditaksir senilai Rp18.000.000.

Total kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50.000.000.

Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang bersama aparat desa dan warga setempat kini terus memberikan pendampingan kepada korban, termasuk memastikan akses layanan kesehatan dan kebutuhan dasar pascakebakaran.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menggunakan tungku tradisional berbahan kayu bakar, agar memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Sano Nggoang masih mendampingi korban dalam proses penanganan medis di RSUD Komodo.**