Total kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50.000.000.

Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang bersama aparat desa dan warga setempat kini terus memberikan pendampingan kepada korban, termasuk memastikan akses layanan kesehatan dan kebutuhan dasar pascakebakaran.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menggunakan tungku tradisional berbahan kayu bakar, agar memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat.

Hingga berita ini diterbitkan, Camat Sano Nggoang masih mendampingi korban dalam proses penanganan medis di RSUD Komodo.**