Informasi awal diterima dari nelayan lain yang melaporkan adanya kapal mati mesin di tengah cuaca yang memburuk.

“Informasi dari nahkoda kapal bahwa kondisi cuaca buruk dan kapal mati mesin karena pipa minyak patah dan tidak bisa diperbaiki sehingga tidak bisa melanjutkan pelayaran,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, personel Pos SAR Manggarai Barat langsung diberangkatkan menuju titik duga LKK untuk melaksanakan Operasi SAR.

Jarak lokasi sekitar 9,1 NM dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo, sehingga membutuhkan respons cepat mengingat kondisi cuaca di perairan TNK yang dinamis.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Pos SAR Manggarai Barat, TNI AL Labuan Bajo, KSOP Manggarai Barat, Polair Polda NTT, serta KKP Labuan Bajo.

Sejumlah alat utama dan peralatan SAR (alut dan palsar) turut dikerahkan, antara lain satu unit RIB 500 PK milik Pos SAR Manggarai Barat, satu unit Rapid Land, satu set peralatan SAR air, satu set peralatan medis, serta perangkat komunikasi (alkom).

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya kesiapan teknis kapal nelayan sebelum melaut, terutama di kawasan strategis dan berarus kuat seperti perairan TNK.