“Saya melihat selama hampir 10 tahun terakhir gedung ini kurang dimanfaatkan. Saya merasa akan lebih bermanfaat jika diberikan kepada asosiasi pariwisata sebagai rumah bersama,” katanya.

Menurut dia, keputusan itu juga mendapat dukungan dari Bupati Manggarai Barat setelah pemerintah daerah memaparkan kebutuhan ruang bersama bagi para pelaku industri pariwisata.

“Saya bertemu Pak Bupati dan menyampaikan gagasan ini. Puji Tuhan beliau setuju karena ini juga menjadi kerinduan besar teman-teman asosiasi,” ucap Stefanus.

Lebih jauh, Stefanus menilai kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) pemandu wisata yang akan digelar HPI selama beberapa hari ke depan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

“Selama ini pemerintah banyak fokus pada sarana dan prasarana. Padahal hal paling penting adalah persiapan sumber daya manusia. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada HPI yang menyelenggarakan diklat tour guide ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah kini berupaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, termasuk asosiasi profesi.