“Kehadiran Pak Imam memacu semangat kami di Manggarai Barat. Kami menyadari peran asosiasi pariwisata, terutama HPI, sangat besar untuk kemajuan sekaligus menjaga citra pariwisata. Kalau boleh kami bilang, HPI menjadi ujung tombak kemajuan pariwisata dan penjaga citra destinasi,” kata Stefanus.
Ia menjelaskan, pada akhir 2025 pemerintah daerah mulai memperkuat kolaborasi dengan seluruh asosiasi pariwisata. Salah satu langkah konkret adalah menyerahkan gedung yang kini menjadi Sekretariat Bersama asosiasi pariwisata di Manggarai Barat.
“Kami pemerintah berkomitmen membangun kolaborasi dan sinergi dengan semua asosiasi. Gedung ini kami serahkan untuk dijadikan sekretariat bersama. Awalnya gedung ini diperebutkan beberapa pihak, tetapi kami menilai lebih bermanfaat jika digunakan oleh asosiasi pariwisata,” ujarnya.
Stefanus juga mengungkapkan bahwa keputusan tersebut lahir dari pengamatan pemerintah terhadap kebutuhan ruang kolaborasi bagi organisasi pariwisata di daerah yang pertumbuhan industrinya sangat cepat.





Tinggalkan Balasan