Alasan kesehatan menjadi faktor utama yang mendasari keputusan tersebut. Dalam konteks pemerintahan desa, kondisi fisik dan mental kepala desa dinilai sangat menentukan keberlangsungan pelayanan publik, pembangunan desa, serta stabilitas pemerintahan di tingkat lokal.

Lebih lanjut, putra kelahiran Herang, 17 Februari 1972 itu juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama menjabat.

“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Manggarai Barat dan seluruh pihak terkait atas kepercayaan serta kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk mengabdi sebagai Kepala Desa Pacar selama ini,” ungkapnya.

Dalam surat tersebut, Yulianus juga menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri ini diambil secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun, sekaligus menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada Bupati Manggarai Barat.