“Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan respons cepat dalam penanganan keamanan dan keselamatan di perairan menjadi sangat penting. Kolaborasi dengan Satpolairud merupakan langkah strategis untuk memastikan kawasan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan The Nusa Dua memiliki garis pantai sekitar 4 kilometer dengan titik strategis seperti Pulau Peninsula dan Nusa Dharma, yang menjadikan intensitas interaksi antara aktivitas wisata dan wilayah perairan sangat tinggi.
Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah preventif dalam meminimalisasi potensi kecelakaan laut serta gangguan keamanan kawasan.
Dengan dukungan sarana patroli yang lebih memadai, pengawasan di wilayah perairan diharapkan semakin optimal, sekaligus meningkatkan respons terhadap berbagai potensi risiko.
Penguatan sistem keamanan ini juga menjadi bagian integral dalam menjaga citra kawasan sebagai destinasi pariwisata unggulan berkelas dunia yang mengedepankan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
ITDC meyakini bahwa keamanan merupakan fondasi utama dalam menciptakan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.






Tinggalkan Balasan