LABUANBAJOVOICE.COM — Umat Islam di Indonesia dan dunia memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan 16 Januari 2026 dalam kalender Masehi.
Isra Mi’raj merupakan peristiwa monumental perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik menuju langit untuk berjumpa Allah SWT — sebuah peringatan spiritual yang sarat makna bagi umat Islam.
Dalam tradisi Islam, selain tanggal peringatan penting seperti Isra Mi’raj, ada pula beberapa bulan yang dianggap istimewa karena memiliki kemuliaan dan keutamaan tersendiri dalam ajaran agama.
Dari 12 bulan dalam penanggalan Hijriah, terdapat empat bulan yang dimuliakan, dikenal juga sebagai asyhurul hurum atau bulan haram.
Keempat bulan tersebut adalah Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.
Menurut ulama tafsir, keistimewaan bulan-bulan ini bukan hanya simbol penanggalan, tetapi juga momentum spiritual untuk meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah.
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram,” demikian dijelaskan dalam QS. At-Taubah ayat 36 yang menjadi landasan keberkahan bulan-bulan tersebut.
Rajab, bulan ke-7 dalam kalender Hijriah, adalah salah satu bulan istimewa itu. Dalam tradisi umum umat Islam, Rajab juga menjadi bulan penuh berkah yang kerap dijadikan waktu memperbanyak doa dan ibadah, karena peristiwa Isra Mi’raj terjadi di bulan ini.
Menanggapi peringatan Isra Mi’raj ini, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui para penyuluh agama menekankan pentingnya memaknai peristiwa besar tersebut sebagai penguat ibadah sehari-hari.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi merupakan pesan langsung dari Allah SWT bahwa salat lima waktu adalah kebutuhan utama umat Islam dalam menjaga hubungan dengan-Nya.” ujar Kurnain, Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Kemenag RI, dikutip dari dki.kemenag.go.id.
Menurut Kurnain, momentum Isra Mi’raj juga harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi praktik salat dan pengamalan rukun Islam lainnya, bukan hanya seremonial peringatan.
Pernyataan ini sejalan dengan tema peringatan yang digelar di sejumlah masjid dan majelis taklim di seluruh Indonesia menjelang 16 Januari 2026.
Isra Mi’raj tahun ini juga mendapat perhatian besar karena bertepatan dengan hari Jumat terakhir bulan Rajab, yang tradisinya dianggap memiliki nilai spiritual tersendiri sebagai waktu mustajab berdoa dan memperbanyak amal ibadah.
Dengan pemahaman yang semakin mendalam tentang bulan-bulan istimewa dan makna Isra Mi’raj, umat Islam diharapkan dapat memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, dan menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan