LABUANBAJOVOICE.COM — Holding Aviasi dan Pariwisata InJourney bersama anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menggelar Hospitality Training for Frontliners selama dua hari, 8–9 Desember 2025, di Golo Mori Convention Center (GMCC), kawasan The Golo Mori.

Program ini menjadi langkah strategis memperkuat penerapan service excellence yang terintegrasi di seluruh lingkungan InJourney Group sekaligus mendorong pengembangan destinasi pariwisata The Golo Mori sebagai pusat MICE masa depan Indonesia.

Membuka pelatihan, General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan pelatihan berbasis standar pelayanan InJourney Group.

“Pelatihan ini memastikan seluruh frontliners memiliki pemahaman dan standar pelayanan yang selaras sehingga mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjung dan stakeholders penyelenggara kegiatan di The Golo Mori,” ujarnya.

Sebanyak 38 personel lintas fungsi-mulai dari keamanan gerbang, operasional, banquet, housekeeping, hingga landscape-mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk memperkuat service mindset, meningkatkan keterampilan komunikasi, penerapan standar hospitality, serta pemahaman menyeluruh terhadap customer journey.

Program diformat secara interaktif melalui kombinasi presentasi, simulasi, dan activity-based learning. Pelatihan dipandu oleh Tasya Nur Intan Dewi, Dian Anggraeni, dan Ardhita Willy Mustika dari InJourney, serta Febriyani Galuh Pratiwi yang menambahkan sejumlah gimmick kreatif untuk memperkuat pengalaman belajar.

Materi pelatihan mencakup:

  • Penguatan service leadership;
  • Pemahaman embracing generational diversity;
  • Strategi menjadikan layanan sebagai kekuatan pemasaran berkelanjutan;
  • Implementasi standar pelayanan terpadu berbasis Indonesian Hospitality Standard.

Senior Vice President Customer Experience InJourney, Tasya Nur Intan Dewi, menegaskan pentingnya peran SDM sebagai representasi destinasi.

“People is experience. Pengalaman wisatawan dimulai dari senyuman dan layanan pertama yang mereka terima.” ujar Tasya.

Lebih lanjut ia katakan, InJourney berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai wajah destinasi, hingga setiap interaksi mencerminkan keramahan, profesionalisme dan keunggulan pariwisata Indonesia.

Para peserta menerima sertifikat layanan prima dari ITDC sebagai bentuk apresiasi atas penerapan layanan unggul serta partisipasi aktif selama pelatihan berlangsung.

Pelatihan disusun berdasarkan tiga indikator utama keberhasilan, yaitu:

1. Peningkatan pemahaman prinsip layanan unggul melalui materi inti.

2. Kemampuan menerapkan Indonesian Hospitality Standard yang diuji lewat simulasi interaksi dengan tamu.

3. Penguatan koordinasi lintas fungsi layanan untuk memastikan customer journey berjalan mulus dari awal hingga akhir.

Dengan capaian tersebut, para frontliner dinilai semakin siap menjadi representasi profesional dan bersahabat dari The Golo Mori.

Aji menambahkan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya soal interaksi dengan tamu, tetapi juga bagian dari fondasi besar penguatan kesiapan kawasan.

“Peningkatan kualitas layanan tidak hanya berfokus pada interaksi langsung dengan tamu, tetapi juga berperan sebagai fondasi penting bagi kesiapan kawasan dalam menyelenggarakan berbagai event berskala nasional maupun internasional di The Golo Mori,” ujarnya.

Penguatan kompetensi ini sekaligus mendukung kesiapan The Golo Mori menyambut berbagai agenda strategis dan komersial yang akan digelar melalui GMCC dan Nuka Beach Club.

Dengan standar layanan yang semakin solid, The Golo Mori menargetkan peningkatan kepuasan pelanggan, loyalitas penyelenggara MICE, serta daya saing sebagai sustainable marine-based MICE destination.

Selain penguatan kompetensi, pelatihan berlangsung dalam suasana inspiratif dengan latar pemandangan teluk biru Golo Mori dan perbukitan sekitarnya. Atmosfer ini menghadirkan pengalaman upskilling yang harmonis antara profesionalisme SDM dan keindahan destinasi.**