Ia menekankan bahwa semangat yang dibangun selama bulan Ramadan—seperti disiplin, empati, dan solidaritas—harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam upaya membangun daerah.

“Nilai-nilai Ramadan tidak boleh berhenti setelah Idulfitri. Justru harus menjadi fondasi dalam membangun Manggarai Barat yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Kita butuh kerja bersama, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” katanya.

Rikardus juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak bisa dihadapi secara parsial, melainkan harus melalui kerja sama yang inklusif.

“Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa kolaborasi. Idulfitri harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat. Semua harus berjalan bersama untuk menciptakan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan.