Ia menilai, kolaborasi antarlevel pemerintahan menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, terutama di daerah kepulauan seperti NTT yang membutuhkan pendekatan terpadu dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara kepala daerah, DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI harus diperkuat. Dengan kolaborasi yang solid, pembangunan akan lebih terarah dan berdampak luas,” katanya.

Lebih lanjut, Edistasius menekankan bahwa nilai-nilai Idulfitri seperti kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian harus menjadi landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan fungsi legislatif.

“Idulfitri mengajarkan kita untuk kembali ke fitrah, termasuk dalam menjalankan amanah rakyat dengan jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat NTT sebagai modal utama pembangunan daerah.

“NTT adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Kita harus menjaga persatuan dan memperkuat persaudaraan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya.