Ia juga mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga sikap toleransi jika terjadi perbedaan penetapan hari raya.
“Jika terjadi perbedaan penetapan hari raya, kita harus bisa menerimanya dengan jiwa besar. Tentunya kita harus mengedepankan prinsip saling menghormati pandangan keagamaan masing-masing. Perbedaan itu juga adalah Sunatullah,” katanya.
Menurutnya, toleransi tidak hanya penting antarumat Islam, tetapi juga dalam menjaga hubungan harmonis dengan umat beragama lain, khususnya di wilayah Manggarai Barat yang dikenal majemuk.
Lebih jauh, Ustadz Arun mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali pada kesucian diri dan memperkuat kesalehan sosial.
“Jadikan hari raya Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali pada jiwa yang suci, hati yang bening, sehingga dapat terwujud dalam bentuk kesalehan sosial, terutama di daerah kita yang majemuk,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa Idul Fitri tahun ini menjadi kesempatan untuk menggali dan mengimplementasikan nilai-nilai pencerahan agama dalam kehidupan sehari-hari.





Tinggalkan Balasan