Tak hanya mengandalkan data sekunder, pihak kepolisian juga melakukan pencocokan data primer untuk memastikan keabsahan identitas korban.
“Pengungkapan itu juga berdasarkan hasil pencocokan data primer seperti data identitas diri termasuk sidik jari dan dinyatakan identik dengan salah satu korban,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKBP Christian menyebut bahwa proses identifikasi turut melibatkan data internasional.
“Kita juga mencocokan data sidik jari yang ada di data base Kedutaan Besar Spanyol agar memastikan identitas dari jenazah tersebut,” sambung Ajun Komisaris Besar Polisi itu.
Setelah proses identifikasi ilmiah dilakukan, pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga korban untuk memastikan kebenaran identitas.
“Keluarga korban sudah memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan kerabatnya,” tuturnya.
Berdasarkan data resmi operasi pencarian dan pertolongan (SAR), jasad tersebut merupakan salah satu korban yang hilang saat peristiwa tenggelamnya kapal wisata tersebut.
“Jenazah ini merupakan salah satu korban dari tenggelamnya Kapal Pinisi KM. Putri Sakinah di Selat Padar yang hanyut sampai ke Perairan Pulau Serai,” jelas Alumni Akpol angkatan 2006 itu.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan