Kondisi ini, kata dia, berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi antarwilayah jika tidak segera ditangani secara serius.
“Desa-desa pedalaman belum menikmati dampak ekonomi secara adil. Padahal mereka juga bagian penting dari Manggarai Barat yang harus diperhatikan secara setara,” tegasnya.
Ia menilai, usia 23 tahun seharusnya menjadi titik konsolidasi pembangunan menuju pemerataan. Pemerintah daerah diminta tidak hanya fokus pada penguatan sektor pariwisata, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah non-wisata.
Ia juga mendorong adanya kebijakan afirmatif untuk kecamatan dan desa tertinggal, termasuk peningkatan anggaran infrastruktur, penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian dan peternakan, serta perluasan akses layanan dasar.
“Ke depan, pembangunan harus lebih berkeadilan. Jangan sampai Manggarai Barat maju di satu sisi, tetapi tertinggal di sisi yang lain,” katanya.
Meski menyampaikan kritik, Charles juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian Pemerintah Daerah Manggarai Barat.





Tinggalkan Balasan