Lebih spesifik, ia menyoroti persoalan klasik yang kerap muncul di daerah tujuan wisata super prioritas, seperti lemahnya manajemen aset daerah, penataan papan reklame yang dinilai masih semrawut, hingga harga pasar yang belum sepenuhnya ramah bagi wisatawan.
Tak kalah penting, ia menyayangkan penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini dinilai belum berjalan efektif.
“Ini adalah pekerjaan-pekerjaan rumah yang ada di tangan kita. Secara perlahan, tapi pasti, harus kita selesaikan bersama,” ujar Bupati Endi, mengingatkan.
Momentum HUT ke-23, lanjutnya, harus dijadikan refleksi panjang yang berujung pada aksi nyata, tidak hanya dalam pelayanan publik dan penguatan ekonomi, tetapi juga pembangunan kesadaran lingkungan.
Usai upacara, Bupati bersama Wakil Bupati dan seluruh elemen masyarakat langsung menggelar aksi bersih Pantai Gorontalo dan penanaman pohon.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Sempadan pantai bukan sekadar batas daratan dan laut, tetapi wajah daerah kita, ruang hidup bersama yang mencerminkan kualitas peradaban kita. Sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas, kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian alam,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan