LABUANBAJOVOICE.COM — Hujan deras disertai angin kencang yang mengepung Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sejak semalam hingga Kamis pagi (22/1/2026) menyisakan jejak kerusakan di sejumlah titik.
Salah satu yang paling terdampak adalah kawasan Jalan Elang Barat, tepatnya di persimpangan Cabang Pesona Bali, di mana sebuah pohon besar tumbang dan menutup total akses utama pengguna jalan.
Peristiwa ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas pada jalur strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Komodo dengan Kawasan Pedestrian Kampung Ujung, sebuah urat nadi mobilitas warga dan wisatawan di pusat kota Labuan Bajo.
Namun, di balik cuaca ekstrem yang melanda, terpancar aksi kemanusiaan dan dedikasi aparat serta unsur terkait.
Tanpa menunggu badai benar-benar mereda, tim gabungan dari Sat Lantas dan Sat Samapta Polres Manggarai Barat, bersama petugas PLN serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat, langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.
Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., membenarkan langkah cepat tersebut sebagai bentuk pelayanan publik di tengah kondisi darurat.
“Siang tadi, kami bersama instansi terkait bersihkan pohon tumbang yang menutupi salah satu ruas jalan yang menghubungkan Bandara Internasional Komodo dengan Kawasan Pedestarian Kampung Ujung,” kata Kasat Lantas Polres Mabar, AKP Supartha.
Pantauan di lapangan memperlihatkan pemandangan yang heroik dan sarat semangat pengabdian.
Di bawah guyuran hujan yang masih mengguyur kawasan tersebut, petugas dari berbagai instansi bahu-membahu menjinakkan batang pohon raksasa yang melintang di badan jalan.
Dengan deru suara gergaji mesin (chainsaw) yang memecah keheningan pagi, ranting demi ranting dipangkas, dan dahan-dahan besar disingkirkan menggunakan peralatan seadanya.
Beberapa personel tampak mengangkat potongan kayu secara manual demi mempercepat pembukaan akses jalan.
AKP Supartha menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi prioritas mengingat vitalnya ruas jalan tersebut bagi aktivitas masyarakat dan pariwisata.
“Ini adalah bentuk pelayanan cepat kami kepada masyarakat. Akses jalan ini merupakan urat nadi mobilitas warga maupun wisatawan, sehingga evakuasi harus dilakukan segera meski tantangan cuaca cukup berat,” ujar AKP Parta.
Kerja keras ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan cerminan nyata semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor di Manggarai Barat.
Personel Sat Lantas mengatur arus lalu lintas dan melakukan pengalihan kendaraan demi memastikan keselamatan warga, sementara tim Sat Samapta dan BPBD fokus pada pembersihan material pohon dan normalisasi jalur.
Di sisi lain, petugas PLN bergerak sigap mengantisipasi adanya kabel listrik yang mungkin terdampak akibat pohon tumbang, demi mencegah risiko korsleting maupun bahaya tambahan bagi pengguna jalan dan petugas di lapangan.
Langkah cepat ini membuahkan hasil. Secara perlahan namun pasti, jalan yang sebelumnya lumpuh total kembali bisa dilalui kendaraan.
Rasa aman pun berangsur kembali menyelimuti warga yang hendak beraktivitas, khususnya pada jam-jam sibuk pagi hingga siang hari.
Meski pohon tumbang sempat menutup total akses jalan dan melumpuhkan lalu lintas, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Kendati menyebabkan lumpuhnya arus lalulintas secara total, insiden ini dipastikan tidak memakan korban jiwa,” ungkap Kasat Lantas.
Peristiwa di Cabang Pesona Bali ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi, seperti hujan ekstrem dan angin kencang, masih menjadi risiko nyata di wilayah Manggarai Barat, terutama pada puncak musim hujan.
Ke depan, aparat bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, longsor, serta gangguan lain akibat cuaca ekstrem, serta segera melaporkan jika menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan umum.
Aksi cepat dan solid yang ditunjukkan tim gabungan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus bukti bahwa sinergi antarinstansi dan semangat kebersamaan adalah kunci utama dalam melindungi serta melayani masyarakat Manggarai Barat.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan