Menurutnya, proses seleksi dirancang ketat dan terukur agar anggota yang terpilih benar-benar siap menjawab tantangan industri pariwisata.
“Melalui proses seleksi yang ketat dan terukur, kami berharap anggota yang terpilih nantinya mampu menjadi representasi terbaik destinasi pariwisata Manggarai Barat,” katanya.
Ia menambahkan, peran pramuwisata sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam membangun citra daerah, terlebih Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai kawasan pariwisata super premium dengan Labuan Bajo sebagai ikon utama.
Lebih lanjut, Aloysius menegaskan bahwa profesionalisme, integritas, dan kompetensi merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi pramuwisata yang kuat dan berdaya saing.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi indikator utama dalam proses wawancara, selain pengetahuan kepariwisataan dan etika pelayanan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pramuwisata yang tergabung di HPI benar-benar memiliki kualitas, integritas, dan sikap profesional. Ini bukan hanya soal organisasi, tetapi juga tentang menjaga nama baik daerah dan masa depan pariwisata Manggarai Barat,” tegas Aloysius.





Tinggalkan Balasan