Menurut dia, kekayaan alam dan budaya di Labuan Bajo telah menarik perhatian wisatawan dunia. Namun pembangunan fisik destinasi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama pemandu wisata yang profesional.
“Pariwisata tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesiapan manusia yang menjadi representasi destinasi. Pramuwisata adalah duta daerah dan duta destinasi,” kata Aloysius.
Ia menjelaskan, sebanyak 224 peserta tercatat mengikuti proses diklat tersebut. Program pelatihan ini dirancang sesuai standar kompetensi nasional agar para peserta memiliki keterampilan profesional dalam melayani wisatawan.
“Peserta yang mengikuti diklat ini adalah mereka yang telah melewati proses seleksi dan akan menjalani tahapan pendidikan sesuai kurikulum standar kompetensi kerja nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum HPI, Imam Widodo, menegaskan penguatan SDM pramuwisata merupakan prioritas organisasi secara nasional.
Menurut Imam, HPI saat ini memiliki sekitar 15 ribu anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi tersebut terus mendorong peningkatan profesionalisme pemandu wisata melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.





Tinggalkan Balasan