Menurutnya, keterampilan tambahan seperti penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kerja pariwisata di kawasan destinasi internasional.

“Anak-anak harus dibekali dengan pemantapan bahasa asing, minimal Bahasa Inggris, agar mampu bersaing di kancah internasional, terutama di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo,” katanya.

Tepat pukul 08.30 WITA, dapur praktik SMK Negeri 1 Labuan Bajo berubah menjadi simulasi dapur profesional.

Para peserta UKK ditantang menyajikan rangkaian menu lengkap atau full course meal yang terdiri dari sandwich, salad, sup, hingga menu utama berbahan dasar daging.

Selama ujian berlangsung, standar disiplin tinggi diterapkan sebagaimana di industri perhotelan profesional. Peserta diwajibkan menjaga ketepatan waktu, kebersihan area kerja, serta mematuhi aturan dapur yang ketat.

Ketegangan meningkat saat memasuki tahap pengolahan sup dan menu utama. Dalam proses penilaian, Adi menemukan salah satu momen yang menurutnya cukup mengesankan.

Menurut Adi, ada hal unik terjadi ketika salah satu peserta berani mengambil risiko memasak Beef Bourguignon. Hidangan klasik Perancis ini biasanya membutuhkan proses memasak semalaman untuk mencapai tekstur yang sempurna.