Lebih lanjut ia menambahkan, dunia usaha tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pendidikan vokasi.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi aktif menjadi jembatan agar para siswa siap kerja dan memiliki standar global saat lulus nanti. Ini adalah komitmen jangka panjang kami untuk tanah Manggarai Barat,” tegasnya.
Delegasi Meruorah dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Gede Adi Yulyawan yang saat ini menjabat sebagai Executive Assistant Manager.
Ia memiliki latar belakang sebagai mantan Executive Chef serta pemegang sertifikasi Assessor Audit HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).
Dalam sesi pengarahan bersama kepala sekolah dan tim penguji, Adi menekankan bahwa kesiapan mental serta kemampuan komunikasi menjadi faktor penting bagi lulusan yang ingin berkarier di industri perhotelan global.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pihak sekolah yang melibatkan praktisi industri dalam proses evaluasi kompetensi siswa.
“Untuk menghadapi realita dunia industri yang kompetitif, penguasaan teknik memasak saja tidak cukup,” ujar Gede Adi Yulyawan.





Tinggalkan Balasan