Hal ini dinilai sejalan dengan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kebutuhan dapur MBG itu besar. Kalau masyarakat bisa tanam sayur dan buah, itu bisa langsung diserap. Ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan,” kata Hasanudin.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk mendukung penyediaan bibit dan program pemberdayaan kelompok tani di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hasanudin juga memberikan bantuan awal sebesar Rp2 juta untuk perbaikan atap mushola yang mengalami kebocoran. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi gotong royong warga.

Selain itu, ia menanggapi aspirasi terkait status desa definitif dan kendala nomor registrasi desa yang menjadi syarat pencairan dana desa dari pemerintah pusat.

“Yang paling penting saat ini adalah nomor registrasi desa di kementerian. Kalau itu sudah ada, maka desa berhak mendapatkan dana desa. Ini sedang diperjuangkan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Dalam dialog, warga juga menyoroti ketimpangan distribusi program MBG di sejumlah sekolah.