Mayoritas aspirasi warga yang disampaikan dalam reses tersebut berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan.

Warga menilai akses jalan yang buruk menghambat aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian.

Menanggapi hal itu, Hasanudin mengakui bahwa perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

“Jalan adalah kebutuhan dasar. Kalau akses bagus, masyarakat akan lebih semangat bertani dan beraktivitas ekonomi. Ini akan kami perjuangkan, meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut berdampak pada kemampuan daerah dalam merealisasikan program pembangunan.

“Kalau tidak terdampak efisiensi anggaran, saya bisa lebih optimistis. Namun tetap, aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui pembahasan di DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Hasanudin juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif, khususnya pertanian hortikultura seperti sayur dan buah.