Pada kesempatan itu, Aloysius menegaskan bahwa HPI merupakan satu-satunya organisasi resmi yang menaungi pramuwisata nasional dan berperan strategis dalam pendidikan serta pelatihan kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“HPI hadir untuk memastikan setiap pramuwisata memiliki kompetensi, etika, dan profesionalisme. Pendaftaran ini bukan sekadar administrasi, tetapi pintu awal menuju pembinaan berkelanjutan,” ujar Aloysius.

Ia menambahkan, proses seleksi dan pendataan dirancang untuk menjaring calon pramuwisata yang mampu menjadi duta pariwisata di setiap destinasi, khususnya Labuan Bajo dan wilayah Manggarai Barat secara luas.

“Kami tidak hanya mendata, tetapi menyeleksi sejak awal agar pramuwisata yang bergabung benar-benar siap menjadi duta pariwisata, khususnya di Labuan Bajo dan Manggarai Barat,” tegasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan area taman kantor sekretariat dipenuhi puluhan peserta yang mengikuti tahapan pendaftaran secara tertib.

Proses yang dijalani meliputi registrasi, pembayaran biaya pendaftaran melalui rekening resmi DPC, bergabung ke grup WhatsApp calon anggota, serta verifikasi kelengkapan berkas oleh tim verifikator.