LABUANBAJOVOICE.COM – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di objek wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, masih belum membuahkan hasil hingga hari kelima pencarian.
Tim SAR Gabungan menghadapi hambatan serius akibat cuaca hujan dan angin kencang yang memicu peningkatan debit air sungai.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi faktor utama yang menghambat operasi pencarian.
“Cuaca hujan dan angin kencang di sekitar kejadian serta debit air tinggi di sepanjang aliran Sungai Air Terjun Tiwu Pa’i,” ujar Fathur, Kamis (15/1/2026).
Korban diketahui bernama Armedo W. Jeferson (14), seorang pelajar kelas II SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng.
Ia dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama rekan-rekannya di Air Terjun Tiwu Pai pada Minggu, 11 Januari 2026.
Korban merupakan warga Orong Lembor, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.
Hingga Senin (12/1/2026) sore, korban belum berhasil ditemukan, dan pencarian terus berlanjut hingga hari kelima.
Kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterima Pusat Komunikasi Kantor SAR Maumere, peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (11/1/2026) pukul 08.00 Wita, saat korban bersama 11 orang rekannya berangkat menuju Air Terjun Tiwu Pai untuk berlibur.
Setibanya di lokasi wisata, korban dan teman-temannya sempat berenang di sekitar area air terjun.
“Namun pada pukul 09.30 Wita korban melompat ke dalam air terjun Tiwu dan tenggelam,” terang Fathur.
Diduga kuat, korban terseret arus deras sesaat setelah melompat dan tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.
Sejak hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan menghadapi kondisi medan yang berat, antara lain air sungai keruh, arus deras, debit air meningkat, dan bebatuan licin.
Kondisi tersebut menyulitkan proses penyisiran sungai dan area sekitar air terjun, sehingga pencarian belum membuahkan hasil.
Operasi pencarian melibatkan unsur Tim SAR Gabungan, yakni Pos SAR Manggarai Barat, Direktorat Polairud Polda NTT, Pos TNI AL Reo, Polsek Reo, Koramil 1612/02 Reo, BPBD Kabupaten Manggarai, aparat Desa, dan masyarakat setempat.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna menyesuaikan strategi pencarian dengan perkembangan cuaca dan kondisi lapangan.
Air Terjun Tiwu Pai dikenal memiliki kontur bebatuan licin dan arus air yang berubah-ubah, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut rawan kecelakaan bagi pengunjung, khususnya yang berenang atau melompat ke aliran air terjun.**

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan