Stand pertama yang dikunjungi adalah milik Sari Toga Komodo. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Adrianus Taur menyambut langsung Prof. Taruna, memperkenalkan berbagai varian produknya yang berbasis tanaman toga (tanaman obat keluarga).

“Kami mengembangkan Sari Toga Komodo dari bahan herbal lokal seperti jahe merah, serai, dan kunyit. Semuanya diolah alami tanpa bahan pengawet. Kami percaya, alam NTT menyimpan kekayaan untuk kesehatan,” ujar Adrianus saat berbincang dengan Kepala Badan POM.

Kepada media, Adrianus Taur menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur dan Kepala Badan POM.

Ia mengaku, produk Sari Toga Komodo adalah bentuk kecintaannya terhadap tanah kelahiran.

“Saya tidak hanya membuat produk minuman kesehatan, saya ingin memperkenalkan nilai dan identitas Manggarai Barat. Ketika konsumen menikmati sari toga ini, mereka juga menikmati warisan alam Flores,” ujar Adrianus, yang juga dikenal sebagai Ketua Akunitas Manggarai Barat — sebuah wadah UMKM lokal yang aktif mempromosikan produk daerah.