LABUANBAJOVOICE.COM – Kawasan pariwisata premium The Golo Mori Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menghadirkan konsep perayaan Valentine dan Tahun Baru Imlek yang berbeda dengan memadukan suasana santai, kreatif, serta sentuhan khas Flores.

Perayaan tersebut dikemas melalui pengalaman wisata tematik yang mengedepankan konsep waterfront dining di Nuka Beach Club.

Destinasi yang berada di kawasan timur Indonesia itu menawarkan rangkaian menu tematik yang memadukan Chinese comfort food dengan sentuhan kuliner lokal.

Berbagai sajian berbasis bahan khas daerah seperti kelor menjadi daya tarik utama, dilengkapi dessert cendol pelangi serta menu spesial bertema The Galloping Golden Tide.

Paket perayaan tersebut dirancang fleksibel untuk berbagai segmen wisatawan, mulai dari keluarga, pasangan, hingga pelancong umum.

Konsep ini tidak hanya menonjolkan kualitas kuliner, tetapi juga menghadirkan suasana hangat dan inklusif dengan panorama tepi laut yang menjadi keunggulan utama kawasan The Golo Mori.

Sepanjang Februari, kawasan yang dikelola InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) semakin semarak melalui berbagai program tematik yang digagas tenant.

Perayaan Valentine dan Imlek dikemas dalam penawaran khusus yang bertujuan memperkaya pengalaman wisatawan melalui kuliner pilihan, pertunjukan budaya, aktivitas relaksasi dan kebugaran, hingga paket romantic dining.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa rangkaian promo yang dihadirkan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai destinasi secara komprehensif, tidak hanya melalui atraksi utama, tetapi juga lewat pengalaman gaya hidup wisata.

“Karena itu, kami memastikan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menawarkan pengalaman yang lengkap, mulai dari kuliner, budaya, hingga curated romantic packages,” ujar Febrina dalam keterangannya, Rabu (11/2).

Febrina menjelaskan bahwa momentum perayaan Imlek dan Valentine selalu menjadi periode yang dinantikan wisatawan karena menghadirkan dua karakter perjalanan berbeda, yakni family celebration dan romantic getaway.

Menurutnya, tren wisata saat ini tidak hanya menitikberatkan pada destinasi, tetapi juga pengalaman emosional yang dirasakan pengunjung.

Ia menilai, program tematik yang dihadirkan membuktikan bahwa destinasi ITDC tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga penguatan aktivasi kawasan dan lifestyle experience yang relevan dengan kebutuhan wisatawan modern.

“Kami ingin setiap kunjungan memiliki alasan, cerita, dan pengalaman yang membuat wisatawan datang dan kembali,” ujar Febrina.

Lebih lanjut, Febrina menilai kolaborasi tenant dalam menghadirkan perayaan tematik menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem destinasi berkelanjutan. Sinergi tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tarik kawasan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Kolaborasi tenant dalam menghadirkan perayaan Imlek dan Valentine ini menunjukkan bagaimana ekosistem destinasi dapat bergerak bersama untuk meningkatkan daya tarik kawasan.” kata Febrina.

Menurutnya, aktivasi yang dikurasi secara terarah diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang durasi tinggal (length of stay), serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha pariwisata di Manggarai Barat.

Ke depan, konsep perayaan berbasis pengalaman tematik diproyeksikan terus dikembangkan guna memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kuliner lokal Flores sebagai identitas utama kawasan.**