Selain itu, para nakhoda kapal dan nelayan juga diminta memperhatikan dinamika arus laut yang cukup kuat di kawasan perairan Taman Nasional Komodo.
“Mengingat karakteristik Perairan Kepulauan Taman Nasional yang memiliki arus cukup kuat, para nakhoda dan nelayan dihimbau untuk memperhatikan Jadwal Pasang Surut yang dapat menyebabkan perubahan kecepatan serta arah arus secara mendadak dan berisiko mempengaruhi stabilitas kapal,” tulis BMKG dalam imbauannya.
Wilayah perairan Labuan Bajo dan sekitarnya merupakan jalur penting bagi aktivitas pelayaran wisata, kapal logistik, hingga kapal nelayan.
Karena itu, pemantauan prakiraan cuaca maritim menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pelayaran.
BMKG mengimbau seluruh operator kapal wisata, kapal penyeberangan, serta nelayan untuk terus memperbarui informasi cuaca maritim secara berkala sebelum berlayar, terutama selama periode peralihan cuaca yang berpotensi memicu perubahan kondisi laut secara cepat.**





Tinggalkan Balasan