Lebih lanjut, ia katakan, keistimewaan kedua, prosesi lintas paroki akan menjangkau seluruh 26 paroki di Keuskupan Labuan Bajo, bahkan sebagian melintasi stasi-stasi, jauh lebih banyak dibanding hanya delapan paroki pada 2024.
“Antusiasme umat di setiap paroki dan stasi sangat luar biasa,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat itu.
Keistimewaan ketiga, sambungnya, Karnaval Budaya Nusantara yang digelar 13 Agustus akan menempuh rute sepanjang 5 kilometer, dari halaman Dinas Cipta Karya di depan RS Siloam hingga Waterfront City.
“Karnaval ini melibatkan lebih banyak komunitas dan lembaga dari Manggarai Barat serta Keuskupan Labuan Bajo,” ujarnya.
Selain tiga keistimewaan tersebut, Festival Golo Koe 2025 juga menghadirkan pentas seni dan budaya di panggung terbuka Waterfront City pada 10–13 Agustus pukul 19.00–22.00 WITA, serta malam penutupan pada 15 Agustus.
Penyanyi jebolan Indonesian Idol asal Atambua, Piche Kota, akan menjadi bintang tamu di malam terakhir.
Pameran UMKM tahun ini juga mengalami lonjakan peserta, dari 140 pada 2024 menjadi 170 peserta, dengan hampir 70 persen merupakan pelaku kuliner.
Tinggalkan Balasan