Event olahraga air berskala dunia ini turut meningkatkan omzet pelaku usaha lokal, menambah jam kerja tenaga lokal, serta membuka peluang baru di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan jasa pariwisata.

Dampaknya terasa langsung pada peningkatan transaksi domestik dan pendapatan asli daerah (PAD).

Kolaborasi dan ESG Jadi Kunci Keberlanjutan
Ahmad Fajar menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan event di berbagai kawasan tidak terlepas dari sinergi kuat antara ITDC, pemerintah pusat dan daerah, komunitas lokal, serta pelaku industri pariwisata.

“Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap event dirancang sesuai karakter kawasan, berorientasi pada keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar. ITDC juga secara konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan event,” tambahnya.

Penerapan prinsip ESG tersebut mencakup pengelolaan lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja lokal.