Ia menambahkan, para imam, suster, bruder, dan frater berada di garis depan kehidupan umat dan memahami secara langsung kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Karena itu, kata dia, kolaborasi dengan gereja dinilai strategis untuk menjangkau lapisan masyarakat terbawah secara efektif.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong implementasi program Strategi Pangan (MBG) yang digalakkan oleh pemerintah pusat.

Bupati berharap para pemimpin umat dapat berperan aktif dalam mengedukasi dan meyakinkan masyarakat agar terlibat langsung dalam program tersebut, seperti dengan menanam sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Jangan sampai seluruh bahan baku dari MBG itu kita dapatkan dari luar,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi pemasaran dan penyerapan hasil pertanian masyarakat melalui dapur-dapur MBG yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten, dengan skema pembayaran langsung kepada petani.

Meski tantangan masih besar, Bupati Edi menyatakan optimisme terhadap masa depan ekonomi Manggarai Barat.