LABUANBAJOVOICE.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tingkat Kabupaten Manggarai Barat menandai perjalanan ke-26 tahun organisasi itu dengan sebuah perayaan yang bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi panggung refleksi mendalam tentang masa depan Indonesia.
Acara berlangsung di Aula Setda Pemda Manggarai Barat, Kamis (11/12/2025), dihadiri 156 peserta dari berbagai unsur organisasi perempuan, istri pensiunan ASN, hingga komunitas pendidikan dan perlindungan anak.
Dengan mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, DWP Mabar menegaskan kembali peran vital perempuan sebagai pilar keluarga dan pondasi karakter bangsa.
Ketua DWP Tingkat Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Raynilda, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT kali ini adalah momentum untuk menyusun ulang kesadaran kolektif mengenai peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
“Ulang tahun kali ini bukan sekedar ceremoni tahunan melainkan momentum refleksi dan penguatan peran kita sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa,” ujar Fatinci.
“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi dan ketangguhan perempuan.” tambahnya.
Fatinci kemudian mengurai konsep ASI, ASUH, ASAH sebagai fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan dalam keluarga.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir dari proses yang instan. Ia dibangun oleh kesabaran hari ini, kerja keras hari ini, dan ketulusan hari ini. Peran kita sebagai istri, ibu dan anggota organisasi bukanlah peran yang kecil, justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempah.” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa DWP harus menjadi organisasi yang bukan hanya aktif berkegiatan, tetapi hidup dalam nilai, hangat dalam kebersamaan, dan strategis dalam perannya sebagai mitra pemerintah.
“Biarlah organisasi ini menjadi ruang tumbuh perempuan Indonesia yang bersinar, cerdas dan berpikir tangguh dalam menghadapi tantangan dan lembut dalam kasih sayang.” katanya.
Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), Yulianus Weng, hadir memberi apresiasi atas kontribusi DWP terhadap keharmonisan keluarga ASN yang disebutnya sebagai fondasi produktivitas aparatur.
“Peran strategis ibu-ibu ini pertama sebagai pendamping suami. Orang bilang, suksesnya seorang suami itu karena ada wanita hebat yang mendampingi.” ujarnya.
Weng juga mengingatkan pentingnya dukungan istri terhadap tugas-tugas suami, pengelolaan keuangan keluarga yang bijak, penguatan UMKM perempuan, pendidikan karakter anak, serta sinergi DWP dengan pemerintah daerah.
Pada puncak perayaan, DWP menghadirkan sesi Refleksi Pendidikan, dibawakan oleh Sr. Frederika Tanggu Hana, SSpS, Ketua Yayasan Rumah Singgah St. Theresia Mesner Perlindungan Perempuan dan Anak.
Materinya menyoroti tekanan sosial di era digital, krisis identitas remaja, tantangan globalisasi, serta kebutuhan penguatan peran keluarga dalam perlindungan anak.
Selain itu, narasumber dari lembaga perlindungan perempuan dan anak juga membawakan materi mengenai dinamika perkembangan remaja di tengah gempuran budaya global.
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng, doa bersama, dan bazar produk UMKM binaan DWP yang melibatkan tujuh unit pelaksana serta partisipasi khusus dari SLB Negeri Komodo.
Bazar ini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus bentuk nyata kontribusi DWP terhadap pengembangan usaha lokal.**






Tinggalkan Balasan