Setelah tercium bau menyengat, nelayan menemukan satu jenazah di dalam struktur bangkai kapal tersebut.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan. Proses evakuasi dilakukan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke Labuan Bajo dan dibawa ke RSUD Komodo untuk menjalani proses identifikasi DVI.
Dalam proses identifikasi, Tim DVI menemukan sejumlah bukti primer medis dan odontologi, termasuk temuan gigi palsu pada bagian geraham, yang menjadi petunjuk krusial dalam memastikan identitas korban meskipun kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut akibat berada lama di laut.
Kabidhumas Polda NTT juga menegaskan bahwa pihak kepolisian menghormati permintaan keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi visual maupun pemberitaan media.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan, perlindungan terhadap korban anak, serta etika internasional dalam penanganan korban bencana.





Tinggalkan Balasan